Closing Hari Santri Nasional 2026, Ma’had Al-Jami’ah UIN KHAS Jember Ajak Mahasantri Bangga Menjadi Santri

Home >Berita >Closing Hari Santri Nasional 2026, Ma’had Al-Jami’ah UIN KHAS Jember Ajak Mahasantri Bangga Menjadi Santri
Closing Hari Santri Nasional 2026, Ma’had Al-Jami’ah UIN KHAS Jember Ajak Mahasantri Bangga Menjadi Santri
Preview

(Jember, 24 Oktober 2026) Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar acara closing Hari Santri Nasional (HSN) 2026 pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh pengasuh Ma’had, Buya Amin Fadlillah beserta istri, Abah Zainul Hakim beserta istri, serta KH. Kholil Nawawi, M.E. dari Tanggul. Turut hadir jajaran murobbi/ah, musyrif/musrifah, dan seluruh mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN KHAS Jember. Acara ini menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Santri Nasional sekaligus momentum untuk memperkuat semangat, kebersamaan, dan kebanggaan sebagai seorang santri.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Kholil Nawawi, M.E. menyampaikan kisah inspiratif yang mengandung ibrah bagi seluruh mahasantri. Melalui kisah tersebut, beliau menekankan bahwa salah satu keistimewaan santri terletak pada keyakinan terhadap keberkahan dan doa. Sesuatu yang awalnya tampak mustahil dapat menjadi mungkin berkat pertolongan Allah Swt., doa para guru, serta keberkahan ilmu yang diperoleh selama menuntut ilmu. Pesan tersebut mengingatkan para mahasantri agar senantiasa menjaga adab kepada guru, menghormati ilmu, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Sementara itu, Buya Amin Fadlillah dalam penyampaiannya menyoroti pentingnya keikhlasan bagi mahasantri yang menetap dan menjalani kehidupan di ma’had. Menurut beliau, mukim di ma’had bukan sekadar tinggal di lingkungan pesantren, melainkan juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, pendalaman ilmu agama, dan pembiasaan nilai-nilai kepesantrenan. Keikhlasan dalam menjalani setiap kegiatan menjadi bekal penting bagi mahasantri untuk memperoleh manfaat dari proses pendidikan yang dijalani. Beliau juga berharap agar pelaksanaan kegiatan Hari Santri Nasional pada tahun-tahun mendatang dapat semakin meriah dan variatif, salah satunya melalui penambahan jenis perlombaan yang mampu mengembangkan kreativitas, potensi, dan bakat mahasantri.

Selain itu, Buya Amin Fadlillah turut menyampaikan pesan khusus kepada mahasantri internasional mengenai identitas santri. Beliau menjelaskan bahwa istilah santri memiliki kekhasan tersendiri dalam tradisi pendidikan Islam di Indonesia dan tidak sekadar dapat disamakan dengan istilah student atau pelajar di lingkungan pendidikan Islam. Identitas santri mencakup nilai-nilai yang lebih luas, seperti adab, keberkahan ilmu, pengabdian, serta kedekatan dengan guru dan lingkungan pesantren. Melalui pesan tersebut, para mahasantri, baik dari dalam maupun luar negeri, diajak untuk memahami nilai-nilai kepesantrenan dan turut menjaga tradisi luhur yang menjadi bagian dari kekayaan pendidikan Islam di Indonesia.

Penutupan peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini menjadi pengingat bahwa menjadi santri bukan hanya tentang menjalani kehidupan di pesantren, tetapi juga tentang menanamkan nilai keikhlasan, menjaga adab, mengamalkan ilmu, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Rangkaian kegiatan HSN yang telah dilaksanakan diharapkan mampu mempererat ukhuwah serta menumbuhkan semangat berprestasi dan berkontribusi di kalangan mahasantri. Melalui momentum ini, seluruh keluarga besar Ma’had Al-Jami’ah UIN KHAS Jember diajak untuk terus menjaga tradisi pesantren dan menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas santri. Sebab, menjadi santri merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah untuk terus belajar, mengabdi, dan membawa nilai-nilai kebaikan bagi agama, bangsa, dan negara.


Penulis : Saudah


Tag :

Diposting Pada : 27 Oktober 2026, 11:14 | Oleh : Operator
Dilihat : 56