REVITALISASI KURIKULUM MA’HAD AL-JAMI’AH UIN KHAS JEMBER: MENYONGSONG PEMBELAJARAN HOLISTIK DAN BERKELANJUTAN

Situbondo, 17 November 2025 – Hari kedua kegiatan Rapat Kerja Ma’had Al-Jami’ah diawali dengan pemaparan materi terkait pengembangan kurikulum di ma’had oleh Dr. Imam Nakho’i, M.H.I. Dalam penjelasannya, Dr. Imam Nakho'i menyoroti keterbatasan waktu pembelajaran ma’had yang singkat (1 tahun) sehingga berpengaruh pada ketercapaian kurikulum yang belum optimal.
Menurut Dr. Nakho’i, ma’had berfungsi sebagai tempat pelestarian keilmuan yang dirancang selaras dengan tradisi pesantren meski keberadaannya ditengah kampus.
Penanaman karakter juga menjadi fokus yang penting meskipun waktu pembelajaran terbatas oleh waktu hanya satu tahun. Penanaman karakter ini menurutnya perlu diperbaiki dan di beri perhatian serius agar pembentukan kepribadian dan penerapan nilai keIslaman bagi mahasantri bisa lebih efektif.
Dr. Nakho’i juga menyatakan bahwa meskipun komunitas ma’had kecil, para pengelola harus terus berupaya agar pengaruh ma’had bisa meluas ke komunitas yang lebih besar dan meningkatkan status ma’had dari UPT kampus menjadi setara dengan fakultas, demi daya tawar yang lebih baik.
Materi pada kesempatan ini juga membahas tentang kurikulum cinta yang mengedepankan aspek fiqh, aqidah, dan akhlaq sebagai inti pembelajaran. Kurikulum cinta ini bisa diwujudkan antara lain dengan cara mengkaji kitab-kitab agama dengan mengkolaborasikannya dengan nilai-nilai akhlak, kemanusiaan dan spirit al Quran yg telah tertuang dalam pelbagai disiplin ilmu. Dr. Nakho’i memberi contoh juga dengan menggunakan integrasi kitab-kitab kontemporer dan pembelajaran bahasa Arab praktis yang mendukung penanaman ilmu dan kemampuan berpikir kritis pada mahasantri, agar bisa membaca sebuah teks agama dari beberapa sudut pandang.
Pada siang hari, acara raker dilanjutkan dengan Sidang pleno dari masing-masing devisi. Divisi Ta’lim menekankan pentingnya praktik dalam pembelajaran tajwid dan silabus, serta peningkatan peran musyrif/ah dalam melakukan pendampingan kepada mahasantri. Pembaruan silabus dan penambahan durasi pembelajaran juga menjadi perhatian untuk meningkatkan kualitas pengajaran.
Dilanjutkan dengan presentasi dari Divisi Administrasi dan Keuangan, Devisi Kesantrian, dan juga Devisi Kerumahtanggaan, Kesehatan dan Keamanan yang masing-masing mendapat input beberapa hal dari para peserta raker.
Keseluruhan agenda ini menunjukkan bahwa Ma’had Al-Jami’ah berkomitmen melakukan perubahan signifikan dalam kurikulum dan pengelolaan pendidikan guna menyediakan pengalaman belajar yang tak hanya akademis, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan praktis bagi mahasantri.
Penulis : Wahdatul Ainiyah
Editor : Ibanah SSM
Tag :
